Rabu, 13 Januari 2010

Cara Menggunakan Kartu Kredit


Setelah aplikasi permohonan kartu kredit disetujui , pihak bank penerbit kartu kredit akan mengirim pemberitahuan persetujuan kartu kredit via surat atau SMS kepada pemohon kartu kredit. Kemudian kartu kredit dan buku petujuk penggunaan dikirim via kurir ditujukan kepada pemegang kartu kredit sesuai nama yang tertera diamplop tersebut dan pemegang kartu kredit menandatangani tanda terima kiriman tersebut.
Bilamana pemegang kartu kredit berhalangan atau tidak ada ditempat pada saat serah terima amplop yang berisi kartu kredit biasanya pihak kurir meminta surat kuasa kepada yang dikuasakan menerima kiriman kartu kredit tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan kartu kredit oleh pihak lain, yang mungkin bisa dilakukan oleh oknum pada saat perjalanan pengiriman ataupun oleh penerima amplop yang berisi kartu kredit. Kasus penyalahgunaan kartu kredit tersebut bisa saja terjadi dan baru terungkap setelah sebulan kemudian pemegang kartu menerima tagihan kartu kredit yang mana misal pemegang kartu kredit belum menggunakannya tetapi muncul tagihan yang harus dibayar atau jumlah atau detail penggunaan tidak sesuai dengan pemakaian sebenarnya.

Untuk itu sebaiknya amplop yang berisi kartu kredit diserah terimakan kepada pemegang kartu kredit dan memastikan amplop tersebut dalam kondisi baik.

Setelah menerima dan membuka amplop yang berisi kartu kredit sebaiknya memastikan kepada pihak penerbit kartu kredit apakah kartu kredit tersebut dalam kondisi aktif atau mesti diaktifkan terlebih dahulu.
Kurang pedulinya pemegang kartu kredit terhadap prosedure tersebut bisa menyebabkan muka merah padam alias malu. ( Misal : seorang pemegang kartu kredit dengan yakinnya memiliki kartu kredit dengan limit kredit Rp. 12 juta, kemudian menggunakan kartu kredit untuk berbelanja Rp. 500 ribu, ternyata pada saat kartu kredit digesek di mesin EDC hasilnya decline alias ditolak…..waduh pasti pemegang kartu kredit akan mencak – mencak , untuk menutupi rasa malu biasanya menyalahkan bank penerbit kartu kredit, mesin EDC nya rusak, atau kasirnya disalahkan alias dianggap kurang ditraining….,masalah sebenarnya sepele karena kartu kredit tersebut ditolak transaksinya karena kartu kredit belum diaktifkan…yahh..barangkali pemegang kartu kredit lupa mengaktifkan karena terlalu bersemangat untuk belanja….hehe….. ).
Oh..ya jangan lupa pada saat pertama terima kartu kredit sebaiknya periksa dahulu dengan seksama kartu kredit tersebut dengan pembungkusnya, biasanya tertera :

1.Nama di kartu kredit, mestinya sama dengan nama pemegang kartu kredit.
( maksudnya ; Nama yang tertera di kartu kredit jangan sampai ada kesalahan ejaan hurufnya).
*Tips: sebaiknya nama di kartu kredit adalah sama dengan di KTP/ Pasport, hindari penggunaan nama panggilan ataupun nama alias di kartu kredit meskipun pihak bank membolehkannya. Tujuannya adalah apabila suatu saat pemegang kartu kredit lagi apes…dan diragukan, maka biasanya merchant akan meminta ID pemegang kartu kredit bisa KTP atau passport atau SIM.

2.Tanggal cetak tagihan.
( maksudnya ; Jangan sampai lupa atau kelupaan tanggal pembayarannya ).

3.Pastikan Nomor kartu kredit tersebut benar.

4.Yang terakhir, yaitu menoreh tanda tangan di bagian belakang kartu kredit sesuai tempatnya.

Sekian dulu postingan saya, semoga bermanfaat………….............................

10 komentar:

vito winarianto mengatakan...

terimakasih atas infonya sob,,
sukses terus^^

salam blogger:)

Johnson Manurung mengatakan...

penggunaan kartu kredit haruslah efektif dan selektif ...
btw nice posting

Seri mengatakan...

cara permohonan serta penyerahan kad kredit agak jauh berbeza dibandingkan ditempat seri. kalau ditempat seri biasanya pemohon sendiri mengambil kad kredit dibank yang meluluskan permohonan tersebut.

asep-bogor mengatakan...

Kalau kartu kredit saya sudah punya bos. Ada kredit panci, kredit ember, pokonya semua perabotan rumah tangga hasil kreditan semua..hehehehe, just kidding. Bagus sob informasinya, saya kasih dua jempol sekaligus. succes for U.

Hobby Exchange mengatakan...

yep bermanfaat artikelnya kawan. bye

Hobby Exchange mengatakan...

yep bermanfaat artikelnya kawan. bye

rio2000 mengatakan...

bermanfaat.. terimakasih

alkatro mengatakan...

great post.. o iya mas.. kalo Virtual Credit Card kok bisa untuk veripid paypal ya (ga ditolak, padahal data validasinya kan fiktif ?) apakah ada kucing-kucingan dengan merchant credit card ya .. he he

GooTAR mengatakan...

Wow….very nice…..Thanks for visiting my blog.
keep visiting my blog & drop ur thoughts even I will visit ur blog regularly.
Kisses from GooTAR
Hope to see you again.

Warna Tulisan mengatakan...

artikelnya informatif dan sangat bermanfaat, thanks.