Kamis, 03 Februari 2011

SMS KTA


Cara memasarkan KTA atau Personal Loan biasanya dilakukan dengan sistim direct selling yaitu sales Kredit Tanpa Agunan berkunjung untuk menawarkan dan menjelaskan mengenai produk KTA. Dengan cara tersebut maka sebelum aplikasi ditanda tangani dan disetujui oleh pihak bank calon nasabah punya kesempatan menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan KTA, seperti berapa bunga KTA, berapa biaya provisi KTA, berapa biaya transfer pembayaran KTA, berapa biaya keterlambatan pembayaran KTA, bagaimana bila KTA dilunasi lebih awal dan lainnya.
Sejalan kemajuan teknologi khususnya dalam penggunaan handphone ataupun sarana telekomunikasi maka sarana tersebut dimanfaatkan untuk membantu proses menjual KTA secara lebih effisien dibanding dengan cara direct selling maka sales akan melakukan komunikasi lebih awal dengan calon kostumer melalui telephone baik berbicara ataupun berkirim SMS berkenaan dengan produk KTA.

Akhir –akhir ini mulai marak penggunaan kemajuan teknologi khususnya SMS digunakan bukan saja untuk penawaran KTA ataupun kartu kredit akan tetapi banyak juga disalahgunakan untuk kepentingan tidak baik. Sayangnya fasilitas SMS (Short Message Service), sepertinya belum ada cara blokir spam SMS seperti fasilitas pada email, bisa memblokir spam. Apalagi sekarang marak juga penggunaan SMS Blast, yaitu bisa kirim SMS sekali kirim bisa sampai ke ratusan no handphone……hik hik…capek menghapusnya………
Meskipun penggunaan SMS untuk tujuan penawaran produk boleh dibilang cara kreatif akan tetapi ada kalanya penerima SMS merasa tidak nyaman bila terlalu banyak SMS yang bernada sama.
Beberapa hari lalu metro TV menyiarkan mengenai maraknya penggunaan SMS untuk penawaran KTA kepada calon costumer, hingga Bank Indonesia menyediakan hotline nomor 0858 8850 9797 layanan pengaduan SMS KTA karena banyak keluhan masyarakat berkaitan cara penawaran KTA melalui SMS yang menurut berita tersebut berjumlah hingga 5000 aduan.

Tidak ada komentar: